Nadiem melanjutkan program guru TIK pada tahun 2021 dan menargetkan 75.000 orang

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi memulai kembali program Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PEBATIK) pada tahun 2021. Tahun ini pihaknya berencana melibatkan 75 guru dalam program ini.

Nadiem-melanjutkan-program-guru-TIK-pada-tahun-2021-dan-menargetkan-75.000-orang

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, program PembaTIK

merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, khususnya di bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Baca juga:
Perkenalkan guru yang memotivasi, Nadiem: Banyak guru menangis di depan saya

“Kami terus berupaya meningkatkan keterampilan guru di Indonesia terkait pemanfaatan teknologi dengan memanfaatkan keterampilan TIK atau teknologi Batik,” ujarnya saat membuka resmi acara PembaTIK di YouTube pada Kamis (15/4) 2021. 2021). ).

Selain itu, Nadiem menyebutkan 70.300 guru berhasil terlibat dalam program PembaTIK tahun lalu.

Karena itu, ia berharap tahun ini 75.000 guru hadir dan belajar TIK untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik dengan melewati 4 tingkat keahlian.

“Batik merupakan salah satu program unggulan pusat data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diikuti oleh 70.300 guru di Indonesia pada tahun 2020, dan tahun ini kami menargetkan 75.000 guru berpartisipasi dalam panduan teknis ini 4 level: Level 1 ICT Skills, Level 2 implementasi TIK, level 3 penciptaan TIK dan level 4 berbagi dan kolaborasi dalam pembuatan materi pembelajaran,” jelas Nadiem Makarim.
Baca juga:
3.140 guru mengaktifkan program guru, di mana 3.140 guru berpartisipasi

PembaTIK adalah Program Peningkatan Keterampilan TIK untuk Guru

, mengacu pada Kerangka Peningkatan Keterampilan TIK untuk Guru yang dikembangkan oleh Organisasi Dunia UNESCO. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri menggunakan portal Rumah Belajar sebagai medianya.

“Ini merupakan program technical advisory yang berkaitan dengan beberapa model peningkatan ICT yang dikembangkan oleh UNESCO dengan menggunakan portal Learning House sebagai medianya,” ujar mantan bos Go-Jek itu.

Sementara itu, ia menyatakan bahwa peserta yang lolos empat jenjang program ini akan diseleksi untuk menjadi teman Rumah Belajar. Dari sana mereka akan kembali mengikuti seleksi dan mewakili provinsi masing-masing sebagai duta Rumah Belajar agar setiap guru memiliki kemampuan TIK yang baik dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

“Selain itu, akan dipilih peserta terbaik untuk menjadi sahabat rumah belajar dan mengikuti pemilihan duta rumah belajar yang mewakili provinsi di seluruh Indonesia. Guru yang mampu mewujudkan potensinya melalui pemanfaatan ICT dan Memaksimalkan pembelajaran adalah kriteria terpenting bagi instruktur mengemudi. Motivasi instruktur akan menjadi yang terpenting dalam upaya peningkatan kualitas Indonesia,” pungkas Nadiem Makarim.

 

Lihat Juga :

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp